Spread the love

Palembang, mediaswarabhayangkara.com_Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo SIK diwakili Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Ucu Kuspriyadi SIK, MH, M.Si Pagi ini membuka Kegiatan Pembinaan Penanggulangan, Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi terhadap PNPP T A.2022 Jajaran Polda Sumsel bertempat di Aula lantai 7.Gedung Presisi Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman KM 4 Palembang, Kamis (24/11/2022).

Kegiatan pembinaan ini sangat penting sebagai bentuk penegasan dan komitmen bersama untuk melawan dan menolak paham radikalisme dan intoleransi yang dapat melemahkan ideologi dan dasar negara. Pancasila adalah dasar negara, falsafah dan pandangan hidup yang melandasi pembangunan politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan hankam, serta segala sikap hidup bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, strategisnya pancasila dalam menopang kokohnya nkri, maka dalam sejarah bangsa indonesia senantiasa muncul berbagai upaya menggoyahkan  persatuan dan kesatuan bangsa dengan ideologi lain.  Namun, sejauh ini seluruh rakyat indonesia tetap berkomitmen teguh untuk berpedoman pada pancasila sehingga berhasil mengamankan nkri sampai saat ini.

Hal ini perlu menjadi fokus perhatian kita bersama, karena polri merupakan ujung tombak dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menjamin tegaknya hukum.

Untuk itu saya berharap agar pimpinan satker jajaran polda Sumsel dapat meningkatan pengawasan dan melakukan tindakan yang cepat dan tegas terhadap berbagai aktivitas anggota masing-masing yang dapat merongrong kekokohan pancasila dan keutuhan nkri. Sehingga kegiatan seperti ini, merupakan terobosan serta salah satu langkah sistematis melawan berkembangnya pemikiran radikal dan mencegah terorisme di lingkungan polri.

Presiden republik Indonesia Joko widodo yang dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan pentingnya antisipasi bangsa terhadap ancaman ketahanan dan keamanan nasional di tengah mudahnya keterbukaan informasi dan akses jaringan komunikasi. Bidang keamanan harus tanggap dan siap menghadapi ancaman siber, menghadapi intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Pemahaman-pemahaman intoleransi yang mengarah pada sumbu radikalisme telah menyebar bahkan hingga ke pelosok daerah terpencil.

Terkait radikalisme, kita ketahui bahwa hal ini tidak saja disebabkan karena kebodohan, kemiskinan atau rasa ketidakadilan dari kelompok tertentu, tetapi sudah masuk ke tataran kaum intelektual. Sekecil apapun gerakan yang mengarah kepada radikalisasi harus kita cegah dan antisipasi agar tidak berkembang dan meluas.  Karena bila hal ini tidak dicegah, akan mempengaruhi berbagai upaya untuk meningkatkan bangsa yang tumbuh lebih maju, ujar Alumni Akpol 95.

Indonesia adalah salah satu negara yang banyak memiliki keberagaman, perbedaan yang beragam seperti suku, ras, etnik, agama, budaya, bahasa dan adat istiadat. Perbedaan yang dimiliki, sesungguhnya merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Hal ini karena tak banyak negara yang memilikinya. Perbedaan bukan justru menjadi sumber konflik, melainkan sebisa mungkin dijadikan tolak kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis, damai dan penuh toleransi.

Walaupun setiap wni memiliki hak dasar dalam kebebasan berfikir dan bersikap, kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat. Tetapi, ketika melakukan kegiatan yang mengarah pada upaya yang mengganggu kepentingan umum, bahkan mengancam keutuhan nkri, maka kita harus cepat memperingatkan dan bekerja sama dengan aparat yang berwenang untuk melakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Disinilah peran penting sosialisasi dan pembinaan oleh polri, sebagai langkah preventif agar tidak terjadi ancaman kamtibmas dari segala bentuk radikalisme dan intoleransi.

Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen dan bekerja secara nyata dengan selalu menebar kebaikan sebagai Wujud nyata Abdi Negara tutupnya nya.

Turut mendampingi Karosdm Polda Sumsel Kombes Pol. Ucu Kuspriyadi, S.I.K., M.H.,M.Si. diantaranya Wadirpolairud Polda Sumsel AKBP Zahrul Bawadi, S.H., M.M.;
Kabagwatpers Rosdm Polda Sumsel AKBP Fachruddin Jaya, S.I.K.;Dirintelkam Polda Sumsel diwakili Kabaganalis Ditintelkam Polda Sumsel AKBP Iralinsah, S.H(pemateri ke-1)Kabagrenprogar Rorena Polda Sumsel AKBP Mursalin, S.Pd.;Kabagbinops Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Dwi Utomo, S.E., M.M.;
Para narasumber Ketua FKUB Sumsel Drs. Mal An Abdullah, M.Hi. (pemateri ke-2);
Wakil sekretaris asosiasi Doktor Ilmu Hukum Indonesia Wilayah Sumsel Dr. Henny Yuningsih, S.H., M.H. (pemateri ke-3);
Dan Ketua FKPT Bpk. Ahmad Romi Apriansyah, M.Ag.;
Serta Panitia kegiatan Pembinaan Personel Dalam Rangka Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta intoleransi bagi PNPP T.A. 2022 Jajaran Polda Sumsel;
Dan Peserta Kegiatan Pembinaan Personel Dalam Rangka Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta intoleransi bagi PNPP T.A. 2022 Jajaran Polda Sumsel.

(Amru S)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *