Bengkulu, mediaswarabhayangkara.com_Proyek Pembangunan Bangunan Pengaman , Pantai Panjang Kota Bengkulu sepanjang 0,850 km milik Balai Wilayah Sungai Sumatera VII yang dikerjakan PT. Bangun Kontruksi Jaya disoroti ormas Bumi Rafflesia. Kamis (30/09/2021).

Pasalnya, proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp.20.512.787.000 dana APBN yang dilaksanakan satuan kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera VII Provinsi Bengkulu itu diduga di kerjakan asal jadi dan tidak memenuhi spesifikasi teknis pekerjaan di dalam RAB. Hal ini terlihat saat anggota Ormas Bumi Rafflesia melakukan investigasi dilapangan.

Disalah satu titik ditemukan pekerjaan Buis Beton sudah nampak retak dan hancur.

“Kami menduga pekerjaan proyek ini dilakukan asal jadi, sebab beberapa Buis beton yang kami temukan mengalami keretakan, diduga adanya pengurangan volume saat pengerjaan,” ujar T Hardianto.S.Kom selaku Sekretaris Ormas Bumi Rafflesia.

“Melihat hal ini, selaku lembaga kontrol sosial kami mencoba berkoordinasi dengan pihak PPK proyek tersebut untuk mengklarifikasi. Namun tujuan baik kami tidak diterima,” terang sekretaris ormas Bumi Rafflesia T. Hardianto.

“Saya sudah coba hubungi pihak satker melalui PPK Proyek tersebut untuk mengklarifikasi temuan ini, namun tidak ada respon, malahan no Whatsapp saya di blokir dengan tanpa alasan,” jelas T Hardianto.

Sebelumnya, proyek ini juga disoroti oleh pemerhati lingkungan, sebab selain lokasi pekerjaan berada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang. Pihak pelaksana kotraktor membabat habis tanaman pohon di lokasi tersebut.

“Pemberitaan dibeberapa media online dalam Minggu ini sudah memberitakan dugaan masalah pengrusakan Taman Wisata Alam ( TWA) bahkan media online yang memberitakan sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA.” tukas T Hardianto (BKL 1).

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.